Feeds:
Pos
Komentar

KAMUS 09 WITH LOVE

Assalamu’alaikum semuanyaaaa…

gimana kabar kepengurusan kamus 09 yang sudah berjalan kurang lebih selama setahun? semoga memberi kesan dan efek yang baik bagi semuanya terutama seluruh keluarga muslim 09, dan semoga kedepannya lebih baik lagi ya.. amiin..

notes ini ditampilkan dalam rangka mengingatkan kembali kepada pengurus kamus 09, mengenai divisi mana yang akan kita selami.. untuk saling mengingatkan kepada temen yang (mungkin) lupa sama ketua divisinya ato malah divisinya sendiri.. heheh..

FYI, udah pada tau belooom? ketua kamus 09 sekarang sudah dinobatkan kepadaaaa, jeng jereng jeng jeeeeenggg!! MUHAMMAD REZA PRATAMAAAAA!! yeeeaah!!

subhanallah, walaupun beliau sibuk di berbagai tempat juga, beliau masih mau mengemban amanah disini.. semoga jadi berkah ya bang ejaaa..

kita sebagai anggotanya juga harus bisa berkoordinasi dengan baik, supaya kepengurusan ini berjalan lebih baik lagi ke depan.. asal jangan ketularan main gundam-gundaman *ups!

yeah, ayo skarang kita beranjak ke pembagian divisi nya.. Bismillah..

 

Kajian Ta’lim

Redho Prayuda

Shinta Tresna F

Dwi Noviyanti

Hanny Rosyida Arisna

Windi Elsanita

Nina Eristiana

Yuni Purwo

Tri Puji Lestari

Nurul Fathia

Rizda Adiwinata

Wulantika Nurhayati

 

Media Elektroniks

Zahra Hamidah

Eka Ayu

Isni Maulina

Andi Kusnawan

Rialta Hamda

Azis Satrio Wibowo

Feriska Fairuz

Daniel Cevry

Risdan H

Sanditya Fadli

Andhika Rahmawan

Poundra A P

 

Media Massa

Dwika Audiyananda

Friska Dwijayanthi

Lia Safitrie J

Wiwit Widiastuti

Indri Nurul

Azra Ummul Aimma

Putri

Tiara Ayu Murti

Al Urwatul Wutsqo

Rika Haeriyah

Desty Arianti P

 

Danus / BMT

Mutiara Shinta

Dian qisthi

Ita Fitriati Husein

Titania

Galuh Alviana

Anis

Fadli Rajif Tangke

Chaerani Pratiwi F

 

Semoga para pengurus kamus disini selalu istiqamah dan selalu diberikan kekuatan untuk terus membuat karya yang produktif dan inovatif.. kesibukan kita disini, semoga bukan hanya untuk menyita waktu, menghabiskan tenaga, atau untuk membagi-bagi pikiran kita, tapi ini semua demi kemajuan Islam.. kalo ada yang berminat jadi pengurus juga sangat diperbolehkan kok..

Finally, semoga langkah kita semua dipermudah dan dilancarkan.. amiin.. Jazakumullah buat semuanya.. πŸ™‚

 

#kamuswithlove

_____________________________

copas dari FB ^^

Assalamu’alaikum, teman-teman~

Sebelumnya kita udah bahas tentang ukhuwah dan tingkatannya nih. Sekarang, kita bahas lebih lanjut lagi tentang ukhuwah, bersumber pada surah Al-Hujurat ^^

β€œSesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (Al-Hujurat 10)

Surat Al-Hujurat merupakan surat ke-49 yang ada di dalam Al-Quran. Bila diulik lebih lanjut, ternyata surah ini membahas lengkap tentang masalah ukhuwah loh, termasuk apa saja yang dapat merusak ukhuwah tersebut. Apa aja sih penyakit-penyakit ukhuwah itu? Mari kita kaji satu-satu.

__________________________________________

1.Β Β Β Β Β Β  Memperolok orang lain

β€œWahai orangorang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok).” (Al-Hujurat 12)

Wah, pusing yah bacanya (@.@). Tapi jelas, kan? Intinya adalah jangan mengolok-olok orang lain. Bahkan Rasul pun menganggap orang yang mengolok-olok orang lain sebagai orang yang sombong.

β€œKesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR.Muslim)

Terkadang kita suka bercanda dengan memasukan unsur mengolok-olok ini. Memang sama sekali tidak berniat untuk merendahkan, tapi masalahnya, tidak ada jaminan juga bahwa yang kita jadikan bahan candaan itu tidak merasa tersinggung, kan? Oleh karena itu, dalam bercanda, hendaknya kita jangan melewati batas. Jangan sampai ukhuwah kita rusak hanya karena masalah sepele. Tidak terbatas hanya pada ucapan, tapi juga pada tindakan kita.

Rasulullah pernah bersabda, β€œTaqwa itu di sini (beliau sambil menunjuk dadanya 3x). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menyakiti hati saudaranya sesama Muslim” (HR Muslim). Itu tanpa sengaja. Kalau sengaja? Wah, berarti lebih jahat lagi πŸ˜€

Kadangkala, hal-hal ini lah yang menjadi provokator dalam perselisihan. Tawuran, perang, dll, bisa bermula hanya akibat saling merendahkan. Pantas saja hal ini dibahas sebagai salah satu penyebab rusaknya ukhuwah pada surah Al-Hujurat ini.

2. Β Β Β Β  Mencela saudara

β€œ… Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, …” (Al-Hujurat 12)

dan di ayat lain…

β€œCelakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,” (Al-Humazah 1)

plus sabda Rasul…

β€œMemaki (mencela) orang Islam dalah kefasikan dan memeranginya adalah kekafiran” (Shahih Muslim)

Peringatannya ada banyak tuh!

Terkadang kekurangan orang lain memang membuat kita risih dan mendesak kita untuk mencela kekurangan tersebut. Tapi ingat, orang yang wajahnya kurang indah itu, bukan keinginannya sendiri.Orang yang bodoh sekalipun, bukan keinginannya menjadi bodoh. Oleh karena itu, kita jangan mudah mencela orang lain. Termasuk kesalahan orang lain, karena siapa tau ia tidak sengaja melakukannya.

Lalu, bagaimana kalau kita mencelanya dengan tujuan menegur agar ia sadar dan memperbaiki diri? Nope, tetap tidak dibenarkan mencela.

β€œSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan ia dengan cara yang baik.” (An-Nahl 125)

Dalam dakwah, termasuk dalam menasihati, dituntut untuk bersikap ahsan. Apa itu ahsan? Ahsan yaitu menggunakan metode terbaik dan bahasa yang baik juga. Bagaimana kita dapat mengajak orang lain kedalam kebaikan kalau orang itu merasa tersinggung? Pak Mario Teguh juga pernah berkata, β€œKebaikan yang disampaikan dengan cara yang tidak baik, membuat orang membenci kebaikan”.

Dan membuat orang ter-ekspos keburukannya, tidak menjamin membuat ia lebih baik. Rasulullah bersabda, β€œSesungguhnya apabila kamu mengikuti (mencela/membuka) aib-aib manusia, maka kamu akan merusak mereka” (HR. Abu Dawud)

Semoga Allah menjauhkan kita dari celaan-celaan yang dapat mengotori hati dan lisan kita. Amiin…. πŸ™‚

_____________________________________

Sebenernya, masih ada 4 hal lagi penyakit ukhuwah yang dibahas di surat Al-Hujurat. Oleh karena itu, stay tune dan tunggu tanggal mainnya~! ;D Semoga bermanfaat!

Wassalamu’alaikum.,

(diambil dari Ukhuwah Islamiyyah by Abdullah Assaif)

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Perjuangan Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah.
Islam menjadikan persaudaraan dalam islam dan iman sebagai dasar bagi aktifitas perjuangan untuk menegakkan agama Allah di muka bumi. Ukhuwah islamiyah akan melahirkan rasa kesatuan dan menenangkan hati manusia. Banyak persaudaraan lain yang bukan karena islam dan persaudaraan itu tidak akan kuat dan kekal. Persaudaraan Islam yang dijalin oleh Allah SWT merupakan ikatan terkuat yang tiada tandingannya.
Poerpecahan dikalangan umat dewasa ini terjadi disebabkan mereka tidak memenuhi persyaratan ukhuwah, yaitu kurangnya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang bersungguh-sungguh. Allah SWT berfirman, ketaatan beribadah dan ketakwaan sebagai solusi dari perpecahan umat. Lihat Q.S.49:10 dan 8 :1
Oleh karena itu untuk mencapai nikmatnya ukhuwah, perlu kita ketahui beberapa proses terbentuknya ukhuwah islamiyah antara lain ada 5 :

1.Β Ta’aruf (Saling Mengenal) : ini adalah tingkatan yang paling dasar dalam ukhuwah. Adanya interaksi dapat lebih mengenal karakter individu. Perkenalan pertama tentunya kepada penampilan fisik (Jasadiyyan), seperti tubuh, wajah, gaya pakaian, gaya bicara, tingkah laku, pekerjaan, pendidikan, dsb. Selanjutnya interaksi berlanjut ke pengenalan pemikiran(Fikriyyan). Hal ini dilakukan dengan dialog, pandangan thd suatu masalah, kecenderungan berpikir, tokoh idola yang dikagumi/diikuti,dll. Dan pengenalan terakhir adalah mengenal kejiwaan (Nafsiyyan) yang ditekankan kepada upaya memahami kejiwaan, karakter, emosi, dan tingkah laku. Seoerti kalau kita kenalan dengan orang pertama kalinya, kita tanya alamat, no HP dsb

2.Β Tafahum (Saling Memahami) : proses ini berjalan secara alami. Seperti bagaimana kita memahami kekurangan dan kelebihan saudara kita. Sehingga kita bisa tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai, menempatkan posisi seperti apa bila kita bersamanya dsb.

3.Β Ta’awun (Saling Menolong) : lahir dari proses tafahum tadi. Ta’awun dapat dilakukan dengan hati (saling mendo’akan), pemikiran (berdiskusi dan saling menasehati), dan amal ( saling Bantu membantu). Saling membantu dalan kebaikan adalah kebahagiaan tersendiri. Karena manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dan butuh bantuan org lain.

4.Β Takaful (Saling Menanggung) : rasa sedih dansenang diselesaikan bersama. Ketika ada saudara yang mempunyai masalah, maka kita ikut menanggung dan menyelesaikan masalahnya tersebut. Contoh mudah nya, ketika teman kita belum mampu membayar SPP bulan ini, maka kita menanggung biaya nya tersebut. Dsb.

5.Β Itsar (Mendahulukan orang lain daripada diri sendiri) : ini adalah tingkatan tertinggi dalam ukhuwah. Tingkatan iman nya para sahabat. Banyak hadist yang menunjukkan itsar ini. Seperti ketika dalam suatu perang, salah seorang sahabat sangat kehausan. Kebetulan ia hanya tinggal mempunyai 1 kali jatah air untuk minum. Saat akan meminum nya, terdengar rintihan sahabat lain yang kehausan. Maka air tersebut ia berikan kepada sahabat yg kehausan itu. Saat mau meminumnya terdengar sahabat lain lagi yang merintih kehausan. Kemudian ia berikan air tersebut kepada sahabat itu. Begitu seterusnya sampai air tersebut kembali kepada si pemilik air pertama tadi. Akhirnya semua syahid.

Tidak beriman seseorang diantaramu hingga kamu mencintainya seperti kamu mencintai dirimu sendiri (HR. Bukhari-Muslim).

Betapa indah ukhuwah islamiyah yang diajarkan Alloh dan rosul-Nya. Bila umat islam melakukannya, tentunya terasa lebih manis rasa iman di hati dan terasa indah hidup dalam kebersamaan. Mari kita mulai dari diri kita, keluarga, masyarakat dekat untuk menjalin persaudaraan islam ini.

wallahu ta’ala a’lam bisshawab.

disadur dari blog rayditch


Lie? Oh Please…

APRIL MOP YANG SEBENARNYA

Tidak terasa bulan April sudah datang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?

Sejarah April Mop

Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mopβ€”yang hanya berlaku pada tanggal 1 Aprilβ€”adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagaisumber)

www.eramuslim.com

~ Ilmu ~

Assalamu’alikum wr. wb,

***

Abu Rayhan al-Biruni adalah seorang ilmuwan besar, fisikawan, astronom, sosiolog, sastrawan, sejarawan dan matematikawan yang nilainya tidak pernah diketahui. Dia dipertimbangkan sebagai bapak dari unified field theory (teori segala sesuatu -pen) oleh peraih penghargaan NobelΒ Profesor Abdus Salam. Abu Rayhan al-Biruni hidup hampir seribu tahun yang lalu dan sezaman denganΒ Ibn Sina (Avicenna) danΒ Sultan Mahmoud Ghazni.

Pada saat menjelang akhir hayatnya, Biruni dikunjungi oleh tetangganya yang merupakan ahli fiqih. Abu Rayhan masih dalam keadaan sadar, dan tatkala melihat sang ahli fiqih, dia bertanya kepadanya tentang hukum waris dan beberapa hal yang berhubungan dengannya. Sang ahli fiqih terkesima melihat seseorang yang sekarat masih tertarik dengan persoalan-persoalan tersebut. Abu Rayhan berkata, β€œAku ingin bertanya kepadamu: mana yang lebih baik, meninggal dengan ilmu atau meninggal tanpanya?” Sang ahli fiqih menjawab, β€œTentu saja lebih baik mengetahui dan kemudian meninggal.” Abu Rayhan berkata, β€œUntuk itulah aku menanyakan pertanyaanku yang pertama.” Beberapa saat setelah sang ahli fiqih tiba dirumahnya, tangisan duka mengatakan kepadanya bahwa Abu Rayhan telah meninggal dunia. (Murtaza Mutahhari: Khutbah Keagamaan)

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

Lalu setelah itu, hampir seribu tahun yang lalu, ketika umat muslim adalah pembawa obor pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam, didorong oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri selama berabad-abad.

Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat tinggi, β€œAdalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban barat modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan arab.”

Sebenarnya, sangatlah sulit untuk mencari bidang ilmu pengetahuan yang tidak berhutang budi kepada para pionir ini. Di bawah ini adalah daftar singkat, tanpa bermaksud menyatakannya sebagai yang terlengkap, para ilmuwan muslim dari abad 8 hingga abad 14.

701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 *Β Jabir Ibn Haiyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim populer)
740 *Β Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 *Β Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-
776-868 *Β Amr Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammad (Albumasar) * Astronomi
796 (Meninggal) * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-
800 *Β Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 *Β Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 *Β Al Balkhi * Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 *Β Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 *Β Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 *Β Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 *Β Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
973 (Meninggal) * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
888 (Meninggal) *Β Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-
900 (Meninggal) * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 *Β Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran, Insinyur
912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 (Meninggal) * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 *Β Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
943 *Β Ibn Hawqal * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 (Meninggal) *Β Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 *Β Ibn Al-Haitham (Alhazen) * Fisika, Optik, Matematika

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

973-1048 *Β Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”-

Dengan deretan sarjana muslim seperti itu, tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang dikatakan George Sarton, ” Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para muslim. Filosof terbaik,Β Al-Farabi adalah seorang muslim. Matematikawan terbaik Abul Kamil danIbn Sina adalah muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaikΒ Al-Masudiadalah seorang muslim danΒ Al-Tabari ahli sejarah terbaik juga seorang muslim.

Sejarah sebelum Islam dipenuhi dengan perkiraan-perkiraan, desas-desus dan mitos-mitos. Adalah seorang ahli sejarah muslim yang pertama kali memperkenalkan metode sanad dan matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi mata. Menurut seorang ahli sejarah Bucla β€œMetode ini belumlah dipraktekkan oleh Eropa sebelum tahun 1597.” Metode lainnya: adalah penelitian sejarah bersumber dari ahli sejarah terkemukaΒ Ibn Khaldun. Pengarang dari Kashfuz Zunun memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya Islam.

Sekarang lihatlah dunia kaum muslim. Kapankah anda terakhir kali mendengar seorang muslim memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran? Bagaimana dengan publikasi ilmiah? Sayangnya, anda tidak akan menemukan banyak nama kaum Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan makalah-makalah ilmiah. Apa yang kurang? Alasan apa yang kita miliki?

Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi pembangunan di wilayah Arab mengemukakan bahwa dunia Arab yang terdiri dari 22 negara menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan, hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang diterjemahkan oleh sebuah negara kecil Yunani dalam setahunnya! (Spanyol menerjemahkan rata-rata 100,000 buku setiap tahunnya). Mengapa ada alergi atau keengganan untuk menerjemahkan ilmu yang asal-muasalnya berasal dari nenek moyang kita sendiri untuk mendapatkan kembali warisan terdahulu dengan menganalisa, mengumpulkan, menyempurnakan dan menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia?

Mengapa tingkat pendidikan pada kaum Muslim rendah sementara ayat pertama pada Al-Quran adalah β€˜Iqra (berarti: Bacalah)? Apakah mereka lupa akan hadis Nabi mereka: β€œMenuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”?

Bagaimana dengan hadis Nabi yang berbunyi:

β€œKeutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak.” [HR Abu Dawud dan Tirmidzi]

Begitu giatnya kaum Muslim pada saat ini mencari kekayaan hingga mereka sendiri tidak tahu bagaimana untuk membelanjakannya. Sikap seperti itu begitu beresiko dan memalukan.

Keutamaan Ilmu dibandingkan harta

Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali ra. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali ra menjawab sebagaimana berikut:

[1] Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Firaun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Firaun, maka ilmu lebih baik daripada harta.

[2] Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta.

[3] Ketika Ilmu dibagikan ia semakin bertambah. Ketika harta dibagikan ia berkurang. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.

[4] Manusia yang mempunyai banyak harta memiliki banyak musuh, sedangkan manusia berilmu memiliki banyak teman. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[5] Ilmu menjadikan seseorang bermurah hati karena pandangannya yang luas, sedangkan manusia kaya dikarenakan kecintaannya kepada harta menjadikannya sengsara. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.

[6] Ilmu tidak dapat dicuri, tetapi harta terus-menerus terekspos oleh bahaya akan pencurian. Maka, ilmu lebih baik daripada harta.

[7] Seiring berjalannya waktu, kedalaman dan keluasan ilmu bertambah. Sebaliknya, timbunan dirham menjadi berkarat. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[8] Engkau dapat menyimpan catatan kekayaanmu karena ia terbatas, tetapi engkau tidak dapat menyimpan catatan ilmumu karena ia tidak terbatas. Untuk itulah mengapa ilmu lebih baik daripada harta.

[9] Ilmu mencerahkan pikiran, sementara harta cenderung menjadikannya gelap. Maka dari itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[10] Ilmu lebih baik daripada harta, karena ilmu menyebabkan Nabi berkata kepada Tuhan β€œKami menyembah-Nya sebagaimana kami adalah hamba-hamba-Nya”, sementara harta membahayakan, menyebabkan Firaun dan Nimrud bersikap congkak dengan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.

Betapa arifnya! Tapi saat ini masyarakat kita tidak bergairah untuk mencari ilmu. Mengapa? Apakah mereka mengetahui apa yang dikatakan Imam Ibn Hazm (RA) – seorang ulama besar dari Andalusia Spanyol, ahli fiqh dan penyair – yang mengatakan? β€œJika ilmu pengetahuan membuat orang bodoh hormat dan segan kepadamu, dan kaum terpelajar menghargai dan mencintaimu, alasan itu sudah cukup untuk menyemangatimu untuk mencari ilmu….Jika kebodohan hanya bisa membuat orang bodoh iri atas orang berilmu dan senang melihat orang yang bodoh seperti mereka, alasan ini cukup untuk mengharuskan kita mencarinya (ilmu)…Jika ilmu pengetahuan dan sikap ketaatan diri dalam meraihnya tidak memiliki tujuan apapun selain membebaskan manusia dari lelahnya kegelisahan dan kecemasan yang membuat pikiran menderita, alasan-alasan itu sangatlah cukup untuk membawa kita untuk mencari ilmu.” Saya hanya berharap perkataannya akan membangunkan masyarakat kita untuk mencari dan menguasai ilmu pengetahuan.

Solusi untuk keadaan sulit yang kita hadapi saat ini:

Ketika banyak solusi yang bisa saya tunjukkan untuk membawa kita dari kesulitan ini, saya memutuskan untuk membahas tiga hal utama di bawah, yang dua diantaranya berhubungan dengan tanggungjawab sosial dan masyarakat.

1. Mencari Ilmu Pengetahuan:

Alasan utama dibalik kegemilangan kaum Muslim awal terletak pada pencarian mereka akan ilmu pengetahuan walaupun ilmu itu harus diperoleh ditempat yang sulit dan tersembunyi. Sebagai anak-anak Islam sejati, mereka mengerti akan hadis Nabi:

β€œBarangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah (fisabilillah) hingga ia kembali (ke rumahnya)” (HR.Tirmidzi)

Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim)

Kaum Muslim seharusnya merenungkan apa yang dikatakan Mu’adh ibn Jabal (RA): β€œMeraih ilmu pengetahuan demi ridho Allah, karena pengetahuan melahirkan kesalehan, mengagungkan Ilahi dan takut akan dosa. Mencari ilmu demi ridho Allah adalah ibadah, belajar adalah sikap mengingat kebesaran Allah (Zikir), mencarinya adalah perjuangan yang ganjarannya adalah pahala (Jihad), mengajarkannya kepada seseorang yang menganggapnya berharga adalah sedekah, dan mengamalkannya pada rumah seseorang memperkuat tali silahturahmi diantara keluarga. Ilmu adalah sahabat penyejuk ketika dalam kesendirian. Ilmu adalah sahabat terbaik bagi para pengelana. Ilmu adalah sahabat terdekatmu yang menyampaikan rahasianya kepadamu. Ilmu adalah pedangmu yang paling ampuh untuk lawanmu, dan terakhir, ilmu adalah pakaian yang akan menaikkan derajatmu dalam jamaah persaudaraanmu.” [Hilyat’ul Awliya Wa Tabaqat’ul Asfiya]

Dengan hal yang sama,Β Sharafuddin Maneri (RA) berkata, β€œIlmu pengetahuan adalah puncak segala kebahagiaan, sebagaimana kebodohan adalah titik awal dari segala keburukan. Keselamatan datang dari ilmu, kehancuran datang dari kebodohan.” [Maktubat-i Sadi]

2. Kualitas kepemimpinan dan dukungan pemerintah.

Pada zaman awal keislaman, penguasa kaum Muslim tidak hanya menjadi pendukung edukasi, mereka sendiri merupakan para sarjana yang hebat. Mereka juga dikelilingi oleh kaum terpelajar seperti para ahli filosofi, ahli fiqh, ahli hadis, ulama, analis, penyair, matematikawan, ilmuwan, insinyur, arsitek dan dokter. Para kaum terpelajar memiliki nilai yang tinggi di pemerintahan. Mereka membangun perpustakan, universitas, pusat penelitian, dan observatorium. Mereka mengundang kaum terpelajar dari seluruh bangsa dan agama untuk datang ke wilayah mereka. Sehingga kota yang mereka bangun menjadi metropolitan ilmu pengetahuan di segala bidang. Sebagaimana universitas saat ini sepertiMIT,Β Standford,Β Yale danΒ Princeton, universitas-universitas kaum Muslim dahulu adalah universitas terunggul.

Dan apa yang kita miliki saat ini? Kebanyakan pemimpin di negeri kaum Muslim adalah setengah terpelajar, yang dikelilingi (dengan tingkat pengecualian yang rendah) oleh kroni-kroni mereka yang kualifikasi terpenting bagi mereka bukanlah kompetensi atau pendidikan tetapi hubungan dengan penguasa atau keluarganya.

Penguasa-penguasa kita (dengan tingkat pengecualian yang rendah) korup dan mementingkan diri sendiri. Tidak heran, mereka dikelilingi oleh orang-orang korup yang diberikan posisi untuk menggemukkan simpanan kerabat-kerabat mereka. Lebih lanjut, ketika jumlah istana dan rumah-rumah megah terus meningkat, tidak satupun universitas yang dibangun oleh penguasa-penguasa ini. Hanya beberapa persen dari budget negara yang dibelanjakan untuk pendidikan dan penelitian. Jadi, adalah wajar ketika menyaksikan begitu suramnya catatan penemuan ilmiah dari negara-negara Muslim. Tidak ada satupun universitas dari negeri kaum Muslim yang berada pada peringkat 100 universitas terbaik di dunia. Mereka yang memiliki pemikiran cemerlang pelan-pelan terkuras jumlahnya dari negeri mereka karena memilih untuk menetap (dengan tingkat pengecualian yang rendah) di negara-negara barat yang lebih menjanjikan, dimana mereka bisa mengaplikasikan kepintaran dan keahlian mereka.

Komunitas masyarakat kita begitu terikat dalam sebuah sistem hubungan kerabat dimana proyek-proyek pemerintahan hampir semuanya disokong oleh pertimbangan hubungan bisnis dan personal daripada apa yang baik bagi masyarakat kita. Sehingga muncullah kaum-kaum jutawan setengah terpelajar yang sama sekali tidak menghargai pendidikan atau pelayanan.

Mengapa sikap seperti ini, ketika Islam mengajarkan bahwa setiap orang yang mencari kebajikan selayaknya bersama mereka yang bajik dan bersahabat dengan mereka yang berbudi pekerti luhur – mereka yang terpelajar, simpatik, dermawan, jujur, ramah, sabar, terpercaya, murah hati, tahu diri dan sahabat sejati?

Jadi jika negara-negara Muslim ingin mengambil kembali khazanah pengetahuan mereka yang hilang, mereka harus meneliti kembali jejak mereka terdahulu yang membuat mereka sukses dan menyingkirkan cara-cara yang dipakai pada saat ini yang mengantarkan kepada kegelapan dan kehancuran.

Izinkan kembali saya memaparkan perkataan Carli Fiorina, yang mengatakan, β€œPemimpin-pemimpin sepertiΒ Sulaiman berkontribusi terhadap gagasan-gagasan toleransi dan kepemimpinan sipil kita. Dan mungkin kita bisa belajar dari contoh yang ia terapkan: Sebuah kepemimpinan berdasarkan keahlian dan kemampuan, bukan berdasarkan keturunan. Sebuah kepemimpinan yang memanfaatkan kemampuan penuh dari keberagaman populasi masyarakatnya yang termasuk di dalamnya kaum Kristiani, kaum Muslim, dan kaum Yahudi. Kepemimpinan gemilang seperti inilah yang menumbuhkan kebudayaan, stabilitas, keberagaman dan teguhnya harapan yang membawa mereka menuju 800 tahun era penemuan dan kemakmuran.”

Apakah pemimpin-pemimpin kita akan memperhatikan dan mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan mereka?

3. Melangkah melampaui apa yang diharapkan:

Sebagaimana saya kemukakan diatas, kaum Muslim sangat jauh tertinggal pada setiap bidang pengetahuan. Adalah tidak mungkin menutupi jurang yang semakin lebar ini hanya dengan mengikuti arus atau hanya melakukan apa-apa seadanya. Strategi kita seharusnya adalah berusaha melangkah melampaui kemampuan rata-rata kita, melakukan hal-hal yang lebih besar. Untuk menjelaskan poin ini, izinkan saya menutupnya dengan sebuah kisah pada zaman Rasulullah SAW.

Diriwayatkan dari Thalhah bin β€˜Ubaidillah r.a.: Seorang lelaki dengan rambut tergerai dari Najd menemui Rasulullah Saw. dan kami mendengar suaranya yang keras meskipun tidak bisa menangkap apa maksudnya, kemudian lelaki itu mendekat (hingga akhirnya kami tahu bahwa ia datang untuk) bertanya tentang Islam. Rasulullah Saw. bersabda, β€œKau harus mengerjakan shalat lima kali dalam sehari semalam.” Laki-laki itu bertanya, β€œAdakah shalat lain yang harus kukerjakan?” Rasulullah Saw. menjawab, β€œTidak ada. Tetapi jika mau, kau dapat mengerjakan shalat nawafil.” Lebih jauh Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, β€œKau harus mengerjakan puasa selama bulan Ramadhan.” Orang itu bertanya, β€œAdakah puasa lainnya yang harus kukerjakan?” Rasulullah Saw. menjawab, β€œTidak ada. Tetapi jika mau, kau dapat mengerjakan puasa sunnah.” Kemudian Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, β€œKau harus membayar zakat.” Orang itu bertanya, β€œApakah masih ada yang lainnya yang harus kubayar selain zakat?” Rasulullah Saw. menjawab, β€œTidak ada. Kecuali jika kau ingin mendermakan sebagian milikmu.” Kemudian laki-laki itu pamit seraya berkata, β€œDemi Allah! Aku tidak akan mengerjakan yang lain selain ini. Rasulullah Saw. bersabda, β€œJika yang dia katakan benar, dia akan masuk surga.”

Di dalam hadis ini tersimpan formula untuk meremajakan semangat negara-negara kaum Muslim. Semoga kita dibimbing untuk mendapatkan kembali khazanah kita yang hilang!

***

Wassalamualaikum Wr. Wb,

Oleh Dr. Habib Siddiqui, Philadelphia, Amerika Serikat.

Penerjemah artikel: Dimas Tandayu
Disunting oleh : H. Umar Hapsoro Ishak

Sumber artikel dariΒ www.islamicity.com

Referensi:

Hamed Abdel-Reheem Ead, Professor of Chemistry at Faculty of Science
Universitas of Cairo Giza-Mesir dan Director of Science Heritage Center, http://www.frcu.eun.eg
Lihat juga buku: 100 Muslim Scientists by Abdur Rahman Sharif, Al-Khoui Pub., N.Y; Muslim Contribution to Science by Muhammad R. Mirza and Muhammad Iqbal Siddiqi, Chicago: Kazi Publications, 1986.

Tulisan diatas dalam latin kira-kira begini “Ijime Nante Kowakunai, datte Muslim damon,,,”

“Diledekin sih ga takut, Aku kan Muslim…”

Begitu kira-kira arti dari judul di atas. Kalimat yang terlontar dari salah seorang anak didik saya. Gadis muslim kecil blasteran Jepang-Pakistan, berusia belum lagi genap 6 tahun saat itu. Kalimat yang kadang membuat hati saya mengharu biru, dengan mata berkaca-kaca jika mengingatnya.

Sembilan orang gadis kecil yang saat ini ada dalam didikan saya. Bersama-sama belajar tentang Islam, dalam lingkungan Sekolah Qur`an yang bernama “International Islamiah School Otsuka-Kindergarden.”

Taman kanak-kanak Islam pertama di Jepang, yang baru berdiri resmi sekitar 5 tahunan ke belakang. Kurikulum yang di ajarkan, tak jauh berbeda dari kurikulum TK umum di Jepang, hanya saja dalam bobot pelajarannya ditambahkan mata pelajaran Islam berupa aqidah, akhlak, shirah dan Qur`an-sunnah dalam kesehariannya.

Bulan Maret-April ini Jepang mulai masuk musim semi. Tanda pergantian tahun ajaran baru akan dimulai. Beberapa sekolah biasanya mulai menyiapkan kelulusan ataupun penerimaan murid baru. Pun begitu dengan TK Islam tempat saya mengajar.

Beberapa orang jundi kecil -yang hampirsebagian besarmerupakan anak-anak muslim blasteran Jepang dan orang asing- dalam bulan ini akan lulus, serta mulai masuk SD umum di Jepang.

Kalimat dalam judul di atas terlontar ketika saya sedang membahas tentang acara kelulusan dengan para jundi jundilah kecil. Secara tidak sengaja, saya mengeluarkan pertanyaan pada mereka. “Kalau nanti masuk SD, mau tetap pakai jilbab?”

Pertanyaan yang sebetulnya saya lontarkan secara iseng. Mengingat, selama bersekolah di TK Islam, para gadis kecil tersebut menggunakan jilbab kecilnya yang terlihat cantik. Dan mereka tampak tak merasa canggung dengan kibaran jilbab kecilnya ketika saya ajak main di taman umum ataupun berjalan-jalan piknik di kebun binatang, misalnya.

Saya tak mengira kalau kesembilan gadis kecil anak didik saya serentak menjawab, “Hijab kaburu…! (Pakai jilbab dong!)” Diiringi riuh rendah beberapa orang yang berebut bicara sambil mengemukakan alasan baiknya memakai jilbab. Tentu, sebagai seorang pendidik, saya merasa bahagia bercampur bangga dengan jawaban tersebut.

Hingga kembali saya melontarkan pertanyaan yang merupakan fenomena sangat sensitif bagi anak-anak Jepang. Pertanyaan yang berhubung dengan kata “ijime” yang memiliki makna negatif yaitu bisa berarti diledekin-dihina ataupun digencet, dilecehkan oleh teman-temannya.

“Hijab kaburu to tomodachi ni ijimeraretara, dou suru…?” (Kalau pake jilbab, terus nanti diledekin teman-teman gimana?). Sejenak suasana kelas hening. Beberapa gadis kecil nampak berpikir.

Sampai akhirnya, salah seorang gadis kecil berhidung bangir menjawab lantang “Ijime nante kowakunai, datte muslim da mon…” (Diledekin sih nggak takut, Aku kan Muslim…).

Lalu masih dengan suara lantangnya, gadis tersebut berkata “Seorang muslim hanya takut sama Allah…!” Yang kemudian mendapat sambutan riuh rendah kembali dari teman-teman kecilnya yang sedari tadi diam sejenak, dengan inti kalimat bernada sama. “Betul…! Setuju…! Kita ngga perlu takut diledekin, kan ada Allah.”

Kali ini, saya yang dibuat tertegun diam tak bergerak oleh jawaban anak-anak. Dalam riuh rendah suaranya yang mungil, ada setitik air mata bahagia bercampur bangga yang keluar dari dua bulir mata saya.

Mungkin, saya akan terus dalam suasana ‘biru’ jika tidak disadarkan oleh anak-anak yang mulai memeluk saya sambil berkata “Sensei daisuki..” (Aku sayang bu guru…). Yang kemudian saya balas dengan pelukan hangat paling erat untuk mereka satu persatu, sambil tak lupa menggelitik badan kecilnya, hingga mereka tertawa-tawa lucu, lalu saling menggelitik dengan sesama temannya.

Saya memandangi mereka satu persatu. Jundi jundilah kecil dengan jiwa dan hati masih jernih, yang sebentar lagi akan berpisah. Amanah terindah yang telah Allah berikan untuk saya, menjadi salah seorang pendidik bagi mereka. Ada banyak doa yang dipanjatkan untuk para anak didik saya.

Anak-anakku….
Semoga Allah selalu menjagamu tetap dalam fitrah-Nya agar berada dalam keshalehan aqidah. Memiliki akhlak mulia yang mampu berinteraksi dengan sesamanya, hingga makin dapat mengangkat nama baik citra Islam. Memiliki kecerdasan emosi dan intektual yang mumpuni, hingga mampu menjadi cendekiawan muslim terpandang. Menjadi generasi penerus yang dapat mengibarkan bendera Islam setinggi-tingginya hingga terbentuk peradaban Islam di seluruh penjuru bumi sakura dan dunia.

Amin ya Rabbal`alamin.

Oleh LIzsa Anggraeny
Sepenggal kisah di bumi sakura ~ aishliz.multiply.com ~

temen-temen, Β tulisan diatas saya dapat dari message DKM awalnya. Gimana, keren kan? Temen-temen bisa dapat hikmahnya? Ditunggu komennya okee

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!!

Alhamdulillah, puji syukur kita ucapkan ke hadirat Allah swt karena kita masih bisa bertemu dalam keadaan sehat wal afiat. Setelah rapat yang “panjang” dan cukup “alot”, akhirnya Kamus 09 kita yang tercinta ini mengalami perombakan struktural / reshuffle / atau apapun namanya ^^; Dan hasilnya Kamus 09 terbagi menjadi divisi-divisi yang dibagi berdasarkan satuan tugas yang lebih jelas dari sebelumnya.

Ni sedikit tentang struktur Kamus yang baru, untuk lebih lengkapnya, Insya Allah menyusul kemudian okokok?

  • Ketua Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β : (tetep) Hamda Rialta
  • Sekretaris Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  : (teteep) Indri Nurul
  • Bendahara Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β : (tetep juga) Isni Sukmara
  • Koor Akhwat Β  Β  Β  Β  Β  : (tetep) Wulantika Nurhayati
  • Divisi Ta’lim Β  Β  Β  Β  Β  Β  : PJnya Redho Prayuda
  • Divisi Slide Β  Β  Β  Β  Β  Β  Β  : PJnya Galuh Alviana
  • Divisi Cyber Β  Β  Β  Β  Β  Β : PJnya Muhammad Reza
  • Divisi Buletin Β  Β  Β  Β  Β : PJnya Zahra Hamidah
  • Divisi Danus Β  Β  Β  Β  Β  Β : PJnya Mutiara Shinta
  • Divisi Quesioner Β  Β : PJnya Feriska Fairuz

Nah…begitulah kira-kira struktur kamus yang baru, untuk lebih lengkapnya, tunggu update selanjutnya yaaa πŸ˜€

Kita mohon do’a dari temen-temen semua, semoga aktivitas da’wah kita bisa lebih efektif kedepannya…okey, hatur nuhun semuaa Wassalaam…